Google+ BERKAS EDUKASI

Batas Waktu Penerimaan Usul Kenaikan Pangkat PNS periode 1 April dan 1 Oktober 2018

Kontributor : On 10.49.00

Berkas Surat Kepala BKN No. D.26-30/V.1-5/99 Perihal Batas Waktu Penerimaan Usul Kenaikan Pangkat PNS periode 1 April dan 1 Oktober 2018. Download file PDF.

Surat Kepala BKN No. D.26-30/V.1-5/99 Perihal Batas Waktu Penerimaan Usul Kenaikan Pangkat PNS periode 1 April dan 1 Oktober 2018
Surat Kepala BKN No. D.26-30/V.1-5/99 Perihal Batas Waktu Penerimaan Usul Kenaikan Pangkat PNS periode 1 April dan 1 Oktober 2018

Surat Kepala BKN No. D.26-30/V.1-5/99 Perihal Batas Waktu Penerimaan Usul Kenaikan Pangkat PNS periode 1 April dan 1 Oktober 2018

Kutipan teks keterangan dari Surat Kepala BKN No. D.26-30/V.1-5/99 Perihal Batas Waktu Penerimaan Usul Kenaikan Pangkat PNS periode 1 April dan 1 Oktober 2018:

Berkenaan dengan percepatan proses penyelesaian usul kenaikan pangkal Pcgawai Negeri Sipil periode 1 April 2018 dan periode 1 Oklober 2018, bersama ini diberitahukan dengan hormat, bahwa:
  1. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 antara lain dinyatakan bahwa Pangkat dan golongan ruang Pegawai Negeri Sipil yang sudah ada pada saat Peraturan Pemerintah ini berlaku, lelap berlaku sampai dengan diberlakukannya ketentuan mengenai gaji dan tunjangan berdasarkan Peraturan Pemerintah mengenai gaji dan tunjangan sebagai pelaksanaan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.
  2. Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 53 Tahun 2014 tentang Pemberian Kuasa Kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara Untuk Atas Nama Presiden Menetapkan Kenaikan Pangkal, Pemberhentian, dan Pemberian Pensiun bagi Pegawai Negeri Sipil yang berpangkat Pembina Utama Muda Golongan Ruang IV /c ke atas.
  3. Berdasarkan Peraturan Kepala Sadan Kepegawaian Negara Nomor 25 Tahun 2013 tanggal 31 Oktober 2013 tentang Pedoman Pemberian Perselujuan Teknis Kenaikan Pangkat Reguler Pegawai Negeri Sipil menjadi Pembina Tingkat I Golongan Ruang IV /b ke bawah, antara lain dinyatakan bahwa batas akhir penerimaan berkas usul kenaikan pangkat periode 1 April adalah akhir bulan Februari dan untuk periode 1 Oktober adalah akhir bulan Agustus tahun yang bersangkutan, demikian juga untuk usul kenaikan pangkat Pembina Utama Muda Golongan Ruang IV/ c ke atas.
  4. Berdasarkan Surat Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor: K.26-30/V.264-9/99 tanggal 24 Desember 2014 perihal Penetapan Surat Keputusan Kenaikan Pangkat, Pemberhentian, dan Pemberian Pensiun bagi Pegawai Negeri Sipil yang berpangkat Pembina Utama Muda Golongan Ruang IV/ c ke atas.
  5. Berdasarkan surat Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor: WK.26-30/V.33-5/99 tanggal 30 Januari 2012 perihal Penggunaan Forrnulir Pelayanan Kepegawaian melalui Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian (SAPK) On-Line, maka untuk memperlancar pelayanan kepegawaian dan tidak merugikan Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan kami harapkan agar usul kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil untuk menjadi Juru Muda Tingkat I Golongan Ruang l/b sampai dengan Pembina Utama Golongan Ruang IV/ e menggunakan formulir yang sudah tersedia dalam aplikasi tersebut.
  6. Berdasarkan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 13 Tahun 2003 tcntang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil, pada angka romawi IV huruf d dinyatakan bahwa usul kenaikan pangkat menjadi Pembina Utarna Muda Golongan Ruang JV /c sampai dengan Pembina Utama Golongan Ruang IV /e, sebagai berikut: a. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota mengajukan usul kepada Presiden melalui Gubernur dengan melampirkan kelengkapan administrasi sebagaimana diatur dalam Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 12 Tahun 2002 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002. b. Formulir usul pertimbangan teknis kenaikan pangkat bagi Pegawai Negeri Sipil Daerah Kabupaten/Kota kepada Presiden melalui Gubernur ditandatangani oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota (Bupati/Walikota) yang bersangkutan dan tidak dapat didelegasikan/ dikuasakan kepada Pejabat lain. c. Formulir usul pertimbangan teknis kenaikan pangkat bagi Pegawai Negeri Sipil Daerah Provinsi, ditandatangani oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Provinsi (Gubernur) atau pejabat lain yang diberi kuasa serendah-reridahnya Sekretaris Daerah Provinsi. d. Surat pengantar kepada Presiden c.q. Kepala Sadan Kepegawaian Negara dan tembusannya kepada Menteri Sekretaris Negara, ditandatangani oleh Pejabat Pembina Kcpegawaian Provinsi (Gubernur) atau Pejabat lain yang diberi kuasa serendah-rendahnya Sekrelaris Dae rah Provinsi.
  7. Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil tetap diberikan sesuai petunjuk teknis yang diatur dalam Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 12 Tahun 2002 sampai dengan diberlakukannya ketentuan mengenai gaji dan tunjangan berdasarkan Peraturan Pemerintah mengenai gaji dan tunjangan sebagai pelaksanaan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 ten tang Aparatur Sipil Negara;
  8. Kenaikan Pangkat Reguler Pegawai Negeri Sipil untuk menjadi Pembina Tingkat I, golongan ruang IV /b ke bawah berpedoman pada Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 25 Tahun 2013 tentang Pedoman Pemberian Persetujuan Teknis Kenaikan Pangkat Reguler Pegawai Negeri Sipil untuk menjadi Pembina Tingkat I, golongan ruang IV/ b ke bawah;
  9. Berkenaan dengan pelayanan Kenaikan Pangkat sebagaimana tersebut di atas, Badan Kepegawaian Negara telah menerapkan pelayanan Kenaikan Pangkat Otomatis (KPO) berbasis less paper, dengan penjelasannya sebagai berikut: a. Seluruh instansi diharuskan dapat melaksanakan proses KPO pada saat usul kenaikan pangkat periode 1 April 2018 dan seterusnya. b. Pengusulan dilakukan secara online sesuai dengan mekanisme dan prosedur melalui Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian (SAPK). c. Dalam hal terdapat perbedaan data atau kekurangan data, kelengkapan data dan dokumen pendukung yang diperlukan disampaikan melalui data/dokumen dalam bentuk digital menggunakan CD/DVD/Flashdisk (SKP, STLUD Surat Pengantar Usul Kenaikan Pangkat dan Nominatif). d. Permasalahan dalam pelaksanaan KPO Instansi Pusat, dapat dikonsultasikan kepada Direktur Pengadaan dan Kepangkatan. e. Permasalahan dalam pelaksanaan KPO Instansi Daerah, dapat dikonsultasikan kepada Kan tor Regional Badan Kepegawaian Negara di wilayah kerja masing-masing.
  10. Bagi pejabat fungsional Pengawas Sckolah, Penilik, dan Guru di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian Agama, dan pejabat fungsional Dokter Pcndidik Klinis, Dokter Umum, Dokter Gigi, Apoteker, dan Perawat di lingkungan Kementerian Kesehatan di samping melampirkan Penilaian Angka Kredit (PAK) asli diwajibkan pula melampirkan bukti klarifikasi PAK dari Instansi penilai yang menyatakan keabsahannya.
  11. Usul Kenaikan Pangkat periode 1 April 2018 sudah dapat diterima di Badan Kepegawaian Negara pada bulan Januari 2018 sampai dengan tanggal 28 Februari 2018 dan batas akhir penyampaian kelengkapan tanggal 21 Maret 2018 dan untuk usul Kenaikan Pangkat periode 1 Oktober 2018 sudah dapat diterima pada bulan Juni 2018 sampai dengan tanggal 31 Agustus 2018 dan batas akhir penyampaian kelengkapan tanggal 24 September 2018. 
  12. Khusus bagi pemangku jabatan fungsional madya yang berpangkat Pembina Utama Muda golongan ruang IV/ c yang diusulkan kenaikan pangkatnya ke Pembina Utama Madya golongan ruang IV/ d serta bagi pemangku jabatan fungsional jenjang madya yang akan diusulkan kenaikan jabatannya menjadi jabatan fungsional jenjang utama, agar terlebih dahuiu diusulkan kenaikan jabatannya kepada Presiden dan tembusannya disampaikan kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara apabila tersedia formasi.
  13. Pemangku jabatan fungsional yang telah ditetapkan pengangkatan jabatannya menjadi pejabat fungsional jenjang utama sejak tanggal 7 April 201 7 serta akan diusulkan kenaikan pangkatnya agar melampirkan Surat Berita Acara Sumpah Jabatan dan Surat Pernyataan Pelantikan dalam jabatan fungsional utama.
  14. Terhadap usul kenaikan pangkat yang tidak lengkap akan diberitahukan melalui situs SAPK On-Line, dan apabila dalam waktu 10 (sepuluh) hari kerja tidak dilengkapi maka berkas usul akan dikembalikan untuk diusulkan kembali pada periode berikutnya setelah memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    Download Surat Kepala BKN No. D.26-30/V.1-5/99 Perihal Batas Waktu Penerimaan Usul Kenaikan Pangkat PNS periode 1 April dan 1 Oktober 2018

    Silahkan lihat pada file preview dan download file pada link di bawah ini:

    Surat Kepala BKN No. D.26-30/V.1-5/99 Perihal Batas Waktu Penerimaan Usul Kenaikan Pangkat PNS periode 1 April dan 1 Oktober 2018



    Download File:
    Surat Kepala BKN No. D.26-30/V.1-5/99 Perihal Batas Waktu Penerimaan Usul Kenaikan Pangkat PNS periode 1 April dan 1 Oktober 2018.pdf

    Sumber: http://www.bkn.go.id/

    Data Madrasah Negeri Kementerian Agama pada Daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal)

    Kontributor : On 08.34.00

    Berkas Data Madrasah Negeri Kementerian Agama pada Daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal) Tahun 2018. Download file PDF.

    Data Madrasah Negeri Kementerian Agama pada Daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal)

    Data Madrasah Negeri Kementerian Agama pada Daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal)

    Kutipan teks keterangan dari Surat Menteri Agama RI Nomor: P-20972/B.11/2 /KP.01.3/08/2018 Perihal Data Madrasah Negeri Kementerian Agama pada Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) Tertanggal 9 Agustus 2018 yang ditujukan kepada Deputi Bidang SOM Aparatur Kementerian PANRB c.q. Asisten Deputi Perencanaan dan Pengadaan SOM Aparatur

    Menindaklanjuti surat Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama dan permintaan data Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Daftar Madrasah Kementerian Agama yang berada pada daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) yang akan digunakan dalam proses seleksi CPNS Tahun 2018, bersama ini disampaikan daftar madrasah tersebut sebagaimana terlampir.

      Download Data Madrasah Negeri Kementerian Agama pada Daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal)

      Silahkan lihat pada file preview dan download file pada link di bawah ini:

      Data Madrasah Negeri Kementerian Agama pada Daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal)



      Download File:
      Data Madrasah Negeri Kementerian Agama pada Daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal) Tahun 2018.pdf

      Sumber: https://kemenag.go.id 

      Kualitas Penyelenggaraan Pendidikan Agama pada Program Paket A, B, dan C

      Kontributor : On 16.50.00

      Berkas Jurnal Kualitas Penyelenggaraan Pendidikan Agama pada Program Paket A, B, dan C. Download file format PDF.

      Kualitas Penyelenggaraan Pendidikan Agama pada Program Paket A, B, dan C
      Kualitas Penyelenggaraan Pendidikan Agama pada Program Paket A, B, dan C

      Kualitas Penyelenggaraan Pendidikan Agama pada Program Paket A, B, dan C

      Kutipan teks keterangan dari Jurnal Kualitas Penyelenggaraan Pendidikan Agama pada Program Paket A, B, dan C:

      Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: sejauhmana penyelengaraan pendidikan agama pada program paket di 385 Lembaga Program Paket A, B, dan C yang tersebar pada 7 propinsi di Indonesia. Metode yang digunakan adalah metode survei.Hasil penelitian menunjukkan: 1) belum seluruhnya lembaga program paket mewajibkan warga belajar mengikuti mata pelajaran pendidikan agama, 2) jumlah tenaga tutor agama dalam penyelenggaraan pendidikan agama pada program paket3masih terbatas2) masih ada tutor agama yang belum sesuai dengan latar belakang pendidikan formal, 4) masih ada pengelola program paket yang menganggap keberadaan pelajaran pendidikan agama hanya sebagai pelajaran tambahan bukan pelajaran inti, 5) kerjasama Kementerian Agama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan masih kurang terkait penyelenggaraan pendidikan agama pada program paket.

      Kesimpulan
      1. Hasil survei, dari 385 lembaga, terdapat 318 program paket (82,60%) yang menyelenggarakan pendidikan agama dan sisanya 67 lembaga (17,40%) tidak menyelenggrakan pendidikan agama. Hal ini menunjukkan belum semua program paket merasa perlu warga belajarnya mendapatkan pendidikan agama.
      2. Penyelenggaraan pendidikan agama pada program paket ditemui beberapa kendala di antaranya: a) belum seluruhnya lembaga program paket mewajibkan warga belajar mengikuti pelajaran pendidikan agama, b) masih ada tutor yang belum memenuhi kesesuai latar belakang pendidikan formal, c) masih ada beberapa pengelola program paket yang menganggap keberadaan mata pelajaran pendidikan agama hanya sebagai pelajaran tambahan bukan mata pelajaran inti yang di ujian nasionalkan, d) terbatasnya jumlah tenaga tutor agama dalam penyelenggaraan pendidikan agama pada program paket, dan e) masih kurangnya kerjasama Kemenag dengan Kemendikbud pada beberapa lembaga program paket yang menyelenggarakan pendidikan agama.
      3. Faktor pendukung atau potensi dalam penyelenggaraan pendidikan agama pada program paket adalah: a) animo masyarakat lebih menginginkan penyelenggaraan pendidikan program paket A, B dan C dilengkapi dengan pendidikan agama, b) munculnya ragam pola penyelenggaraan pendidikan agama pada lembaga program paket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelengggaraan pendidikan agama yang dikelola oleh swasta maupun pemerintah dilakukan dalam bentuk kurikulum, ekstrakurikuler dan terintegrasi (pendidikan agama dimasukkan dalam pelajaran umum), c) sebagian besar pennyelenggara pendidikan program paket sudah menggunakan kurikulum KTSP dalam menyelenggarakan pendidikan agama, d) banyaknya tutor Pendidikan Agama yang berstatus PNS yang kekurangan jam merupakan peluang untuk perekrutan tutor Pendidikan Agama pada penyelenggaran program paket.

      Rekomendasi
      1. Kementerian agama berkewajiban melakukan pembinaan dan pengembangan mutu pendidikan agama pada penyelenggaraan program paket. Adanya kewajiban tersebut Kementerian agama harus merespons permasalahan-permasalahan yang terkait dengan temuan survei ini, dengan membuat program-program yang mengarah ke solusi/pemecahan masalah.
      2. Seluruh aparatur pemerintah di Kementerian Agama mulai dari struktur pusat sampai ke daerah merupakan unit pelayaan. Oleh karena itu, dalam rangka memaksimalkan penyelenggaraan pendidikan agama pada program paket, Kementerian Agama perlu melakukan pendataan berkaitan dengan data dan informasi, kendala, serta potensi yang bisa dijadikan kebijakan.
      3. Perlu upaya pemerintah khususnya Kementerian Agama dan Dinas pendidikan setempat untuk melakukan kerja sama dalam penyelenggaraan pendidikan agama pada penyelenggaraan pendidikan program paket dalam rangka meningkakan mutu pendidikan agama pada program paket A, B, C khususnya dalam penyediaan buku/ modul pendiidkan agama, rekruitmen tutor pendiidkan agama, pemberian honori/insentif tutor pendidikan agama, pendidikan dan pelatihan tutor pendidikan agama, kegiatan MGMP pendidikan agama dan penyediaan sarana prasarana penyelenggaraan pendidikan agama.

        Download Berkas Jurnal Kualitas Penyelenggaraan Pendidikan Agama pada Program Paket A, B, dan C

        Silahkan lihat pada file preview dan download file pada link di bawah ini:

        Kualitas Penyelenggaraan Pendidikan Agama pada Program Paket A, B, dan C



        Download File:
        Kualitas Penyelenggaraan Pendidikan Agama pada Program Paket A, B, dan C.pdf

        Sumber: http://balitbangdiklat.kemenag.go.id 

        Contoh Model Kurikulum Pendidikan Agama Islam di SD-IT

        Kontributor : On 11.00.00

        Berkas Jurnal Contoh Model Kurikulum Pendidikan Agama Islam di SD-IT Al-Anwar. Download file format PDF.

        Model Kurikulum Pendidikan Agama Islam di SD-IT Al-Anwar
        Model Kurikulum Pendidikan Agama Islam di SD-IT Al-Anwar


        Contoh Model Kurikulum Pendidikan Agama Islam di SD-IT

        Kutipan teks keterangan dari Jurnal Model Kurikulum Pendidikan Agama Islam di SD-IT Al-Anwar:

        Penelitian ini dilakukan di SDIT Al Anwar dan Firdaus Mojokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model kurikulum pendidikan agama, mengetahui pelaksanaan pendidikan agama, mengetahui kekuatan dan juga kendala yang dihadapi, dan menemukan model yang ideal dari kurikulum pendidikan agama dan implementasinya dalam membentuk karakter siswa. Model kurikulum yang digunakan mengacu pada perkembangan kurikulum Pendidikan Nasional yang disesuaikan dengan kondisi masing­masing sekolah. Pengembangan konten lokal dan pengembangan diri peserta didik. Pengembangan Yayasan dalam bentuk Al Qur’an, Al­Islam, Sejarah Islam dan Arab. Juga ada proses pembiasaan pada siswa bahwa doa, membaca Al­ Qur’an, doa, Kultum, surat­surat pendek menghafal (Juz 30) dan lain­lain. Pelaksanaan mengadopsi dua model pembelajaran tematik, yaitu untuk kelas bawah, dan terintegrasi untuk kelas atas. Proses pembelajaran sehari penuh sistem sekolah. Salah satu kekuatan yang dimiliki oleh kedua SDIT kurikulum lokal dan pengembangan pribadi dapat bekerja sama dengan tujuan pendidikan setiap SDIT yang telah memimpin dalam karakter sidiq nabi, dapat dipercaya, fatonah, dan tabligh. Sementara itu, salah satu kendala yang dihadapi oleh sarana dan prasarana sekolah yang belum menjadi lagi.Model kurikulum yang ideal dipasang yang merupakan sinergi antara budaya dan budaya sekolah maupun di luar lingkungan sekolah.

        Pelaksanaan kurikulum di SDIT Al Anwar dan SDIT Firdaus menggunakan muatan dari Dinas Pendidikan Nasional dan muatan lokal, yaitu 2 jam pelajaran khusus Pendidikan Agama Islam dan pengembangan muatan lokal berupa Akidah Akhlak, Qur’an Hadist, dan Shiroh. Dalam muatan lokal tersebut ada pula program untuk pengembangan diri peserta didik yang terdiri dari terstruktur dan program pilihan, serta pembiasaan moral. Dalam pembentukan empat karakter nabi amanah, fathonah, sidiq, dan tabligh belum masuk dalam kurikulum secara tertulis tetapi sudah terimplementasi dalam kegiatan harian di sekolah.

        Untuk membentuk karakter peserta didik yang baik, sebagaimana telah dilakukan di sekolah dengan menggunakan budaya sekolah, tentunya harus bersinergi dengan budaya rumah. Maksudnya budaya rumah harus menyeimbangkan dengan budaya sekolah dalam membentuk siswa yang berkarakter. Disinilah kendala yang akan dihadapi dalam membentuk siswa yang berkarakter baik. Di sekolah sudah menjadi baik tetapi setelah pulang dari sekolah siswa bisa mendapatkan pengaruh yang tidak baik dari lingkungan luar sekolahnya.

          Download Berkas Jurnal Contoh Model Kurikulum Pendidikan Agama Islam di SD-IT

          Silahkan lihat pada file preview dan download file pada link di bawah ini:

          Contoh Model Kurikulum Pendidikan Agama Islam di SD-IT



          Download File:
          Model Kurikulum Pendidikan Agama Islam di SD-IT.pdf
          Sumber: http://balitbangdiklat.kemenag.go.id 

          Modul Bimbingan Teknis Guru IPA SMP Kurikulum 2013 Tahun 2018

          Kontributor : On 08.42.00

          Berkas Modul Bimbingan Teknis Guru IPA SMP Kurikulum 2013 Tahun 2018. Materi Penyegaran Instruktur Kurikulum 2013 SMP Mata Pelajaran IPA Tahun 2018 - Kemdikbud. Download file format PDF.

          Materi Penyegaran Instruktur Kurikulum 2013 SMP Mata Pelajaran IPA Tahun 2018
          Materi Penyegaran Instruktur Kurikulum 2013 SMP Mata Pelajaran IPA Tahun 2018


          Materi Penyegaran Instruktur Kurikulum 2013 SMP Mata Pelajaran IPA Tahun 2018

          Kutipan teks keterangan dari modul Materi Penyegaran Instruktur Kurikulum 2013 SMP Mata Pelajaran IPA Tahun 2018:

          MATERI BIMBINGAN TEKNIS
          MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

          Pendahuluan
          Materi ini terdiri atas 4 (empat) bagian yang disusun sesuai dengan kebutuhan guru dalam melaksanakan Kurikulum 2013 berdasarkan konsep dan pelaksanaannya. Masing-masing materi terdiri atas tujuan, uraian singkat materi, lembar kerja bimbingan teknis, dan penilaian.

          Materi tersebut adalah sebagai berikut.
          1. Materi 1: Analisis Kompetensi, Materi, Pembelajaran, dan Penilaian.
          2. Materi 2: Perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
          3. Materi 3: Praktik Pembelajaran dan Penilaian.
          4. Materi 4: Praktik Pengolahan dan Pelaporan Penilaian Hasil Belajar.

          Rasional
          Kurikulum 2013 mengalami beberapa perkembangan dan perbaikan sejak digulirkannya pada tahun 2013. Perbaikan kurikulum tersebut berlandaskan pada kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 160 tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013.

          Secara umum, perbaikan Kurikulum 2013 bertujuan agar selaras antara ide, desain, dokumen, dan pelaksanaannya. Secara khusus, perbaikan Kurikulum 2013 bertujuan menyelaraskan KI-KD, silabus, pembelajaran, penilaian, dan buku teks.

          Perbaikan tersebut dilaksanakan berdasarkan prinsip perbaikan kurikulum sebagai berikut.
          1. Keselarasan
          Dokumen KI-KD, Silabus, Buku Teks Pelajaran, Pembelajaran, dan Penilaian Hasil Belajar harus selaras dari aspek kompetensi dan lingkup materi.

          2. Mudah Dipelajari
          Lingkup kompetensi dan materi yang dirumuskan dalam KD mudah dipelajari oleh peserta didik sesuai dengan tingkat perkembangan psikologis dan aspek pedagogis.

          3. Mudah Diajarkan
          Lingkup kompetensi dan materi yang dirumuskan pada KD mudah diajarkan oleh guru sesuai dengan gaya belajar peserta didik, karakteristik mata pelajaran, karakteristik kompetensi, dan sumber belajar yang ada di lingkungan.

          4. Terukur
          Kompetensi dan materi yang diajarkan terukur melalui indikator yang mudah dirumuskan dan layak dilaksanakan. 

          5. Bermakna untuk Dipelajari
          Kompetensi dan materi yang diajarkan mempunyai kebermaknaan bagi peserta didik sebagai bekal kehidupan.

          Memperhatikan perkembangan perbaikan Kurikulum 2013 di atas, maka diperlukan beberapa contoh praktis yang dibutuhkan guru untuk dapat mengimplementasikan Kurikulum 2013 dengan tepat yang berkaitan dengan pembelajaran dan penilaian, serta unsur penunjang lainnya.

          Untuk membantu guru dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013, Direktorat PSMP menyusun Materi Bimbingan Teknis Guru yang berisi petunjuk atau contoh praktis untuk setiap mata pelajaran serta uraian tugas yang harus dikerjakan oleh peserta Bimbingan Teknis. Materi tersebut disusun dalam 4 (empat) bagian yang saling terkait dengan harapan dapat membantu guru dalam mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran dan penilaian sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013 dan melaksanakannya dengan integrasi penguatan pendidikan karakter (PPK).

          Tujuan
          Materi bimbingan teknis ini bertujuan untuk:
          1. mengembangkan kompetensi profesional dan kompetensi pedagogik guru dalam pembelajaran IPA berdasarkan tuntutan Kurikulum 2013;
          2. mengembangkan keterampilan guru dalam menyiapkan perangkat pembelajaran sesuai dengan Kurikulum 2013 yang mengintegrasikan PPK; dan
          3. meningkatkan keterampilan praktik pembelajaran IPA di kelas VII.

          Hasil yang Diharapkan
          Hasil yang diharapkan dari bimbingan teknis ini adalah:
          1. meningkatnya kompetensi profesional dan kompetensi pedagogik guru dalam pembelajaran IPA berdasarkan tuntutan Kurikulum 2013;
          2. meningkatnya keterampilan guru dalam menyiapkan perangkat pembelajaran sesuai Kurikulum 2013 dengan integrasi PPK; dan
          3. meningkatnya keterampilan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran IPA di kelas VII.
          Materi lengkap pada Materi Penyegaran Instruktur Kurikulum 2013 SMP Mata Pelajaran IPA Tahun 2018 ini terdiri dari:

          MATERI 1
          ANALISIS KOMPETENSI, MATERI, PEMBELAJARAN, DAN PENILAIAN
          • UNIT 1 ANALISIS DOKUMEN: SKL, KI-KD, SILABUS, dan INSPIRASI PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN
          • UNIT 2 ANALISIS MATERI DALAM BUKU TEKS PELAJARAN
          • UNIT 3 ANALISIS MODEL-MODEL PEMBELAJARAN
          • UNIT 4 PENILAIAN HASIL BELAJAR
          MATERI 2
          PERANCANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

          MATERI 3
          PRAKTIK PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN
          • UNIT 1 PRAKTIK PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN
          • UNIT 2 REVIU HASIL PRAKTIK
          MATERI 4
          PRAKTIK PENGOLAHAN DAN PELAPORAN HASIL BELAJAR

            Download Materi Penyegaran Instruktur Kurikulum 2013 SMP Mata Pelajaran IPA Tahun 2018

            Silahkan lihat pada file preview dan download file pada link di bawah ini:

            Materi Penyegaran Instruktur Kurikulum 2013 SMP Mata Pelajaran IPA Tahun 2018



            Download File:
            Modul Materi Penyegaran Instruktur Kurikulum 2013 SMP Mata Pelajaran IPA Tahun 2018.pdf

            Materi Bimbingan Teknis Kurikulum 2013 Tahun 2018 Guru PJOK SMP

            Kontributor : On 08.23.00

            Berkas modul Materi Bimbingan Teknis Kurikulum 2013 Tahun 2018 Guru PJOK SMP. Materi Penyegaran Instruktur Kurikulum 2013 SMP PJOK Tahun 2018 - Kemdikbud. Download file format PDF.

            Materi Bimbingan Teknis Kurikulum 2013 Tahun 2018 Guru PJOK SMP
            Materi Bimbingan Teknis Kurikulum 2013 Tahun 2018 Guru PJOK SMP

            Materi Bimbingan Teknis Kurikulum 2013 Tahun 2018 Guru PJOK SMP

            Kutipan teks keterangan dari isi Modul Materi Penyegaran Instruktur Kurikulum 2013 SMP PJOK Tahun 2018 - Kemdikbud:

            MATERI BIMBINGAN TEKNIS MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN

            Pendahuluan
            Materi ini terdiri atas 4 (empat) bagian yang disusun sesuai dengan kebutuhan guru dalam melaksanakan Kurikulum 2013 berdasarkan konsep dan pelaksanaannya. Masing-masing materi terdiri atas tujuan, uraian singkat materi, lembar kerja bimbingan teknis, dan penilaian.

            Materi tersebut adalah sebagai berikut.
            1. Materi 1: Analisis Kompetensi, Materi, Pembelajaran, dan Penilaian.
            2. Materi 2: Perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
            3. Materi 3: Praktik Pembelajaran dan Penilaian.
            4. Materi 4: Praktik Pengolahan dan Pelaporan Penilaian Hasil Belajar.

            Rasional
            Kurikulum 2013 mengalami beberapa perkembangan dan perbaikan sejak digulirkannya pada tahun 2013. Perbaikan kurikulum tersebut berlandaskan pada kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 160 tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013.

            Secara umum, perbaikan Kurikulum 2013 bertujuan agar selaras antara ide, desain, dokumen, dan pelaksanaannya. Secara khusus, perbaikan Kurikulum 2013 bertujuan menyelaraskan KI-KD, silabus, pembelajaran, penilaian, dan buku teks.

            Perbaikan tersebut dilaksanakan berdasarkan prinsip perbaikan kurikulum sebagai berikut.
            1. Keselarasan; Dokumen KI-KD, Silabus, Buku Teks Pelajaran, Pembelajaran, dan Penilaian Hasil Belajar harus selaras dari aspek kompetensi dan lingkup materi.
            2. Mudah Dipelajari; Lingkup kompetensi dan materi yang dirumuskan dalam KD mudah dipelajari oleh peserta didik sesuai dengan tingkat perkembangan psikologis dan aspek pedagogis.
            3. Mudah Diajarkan; Lingkup kompetensi dan materi yang dirumuskan pada KD mudah diajarkan oleh guru sesuai dengan gaya belajar peserta didik, karakteristik mata pelajaran, karakteristik kompetensi, dan sumber belajar yang ada di lingkungan. 
            4. Terukur; Kompetensi dan materi yang diajarkan terukur melalui indikator yang mudah dirumuskan dan layak dilaksanakan.
            5. Bermakna untuk Dipelajari; Kompetensi dan materi yang diajarkan mempunyai kebermaknaan bagi peserta didik sebagai bekal kehidupan.
            Memperhatikan perkembangan perbaikan Kurikulum 2013 di atas, maka diperlukan beberapa contoh praktis yang dibutuhkan guru untuk dapat mengimplementasikan Kurikulum 2013 dengan tepat yang berkaitan dengan pembelajaran dan penilaian, serta unsur penunjang lainnya.

            Untuk membantu guru dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013, Direktorat PSMP menyusun Materi Bimbingan teknis Guru yang berisi petunjuk atau contoh praktis untuk setiap mata pelajaran serta uraian tugas yang harus dikerjakan oleh peserta bimbingan teknis. Materi tersebut disusun dalam 4 (empat) bagian yang saling terkait dengan harapan dapat membantu guru dalam mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran dan penilaian sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013 dan melaksanakannya dengan integrasi penguatan pendidikan karakter (PPK).

            Tujuan
            Materi bimbingan teknis ini bertujuan untuk:
            1. mengembangkan kompetensi profesional dan kompetensi pedagogik guru dalam pembelajaran PJOK berdasarkan tuntutan Kurikulum 2013;
            2. mengembangkan keterampilan guru dalam menyiapkan perangkat pembelajaran sesuai dengan Kurikulum 2013 yang mengintegrasikan PPK; dan
            3. meningkatkan keterampilan praktik pembelajaran PJOK di kelas VII.

            Hasil yang Diharapkan
            Hasil yang diharapkan dari bimbingan teknis ini adalah:
            1. meningkatnya kompetensi profesional dan kompetensi pedagogik guru dalam pembelajaran PJOK berdasarkan tuntutan Kurikulum 2013;
            2. meningkatnya keterampilan guru dalam menyiapkan perangkat pembelajaran sesuai Kurikulum 2013 dengan integrasi PPK; dan
            3. meningkatnya keterampilan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran PJOK di kelas VII.

            Pada Modul Materi Bimbingan Teknis Kurikulum 2013 Tahun 2018 Guru PJOK SMP ini berisi antara lain:

            MATERI 1
            ANALISIS KOMPETENSI, MATERI, PEMBELAJARAN, DAN PENILAIAN
            • UNIT 1 ANALISIS DOKUMEN SKL, KI-KD, SILABUS  DAN INSPIRASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN
            • UNIT 2 ANALISIS MATERI DALAM BUKU TEKS PELAJARAN
            • UNIT 3 ANALISIS MODEL-MODEL PEMBELAJARAN
            • UNIT 4 PENILAIAN HASIL BELAJAR
            MATERI 2
            PERANCANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

            MATERI 3
            PRAKTIK PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN
            • UNIT 1 PRAKTIK PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN
            • UNIT 2 REVIU HASIL PRAKTIK
            MATERI 4
            PRAKTIK PENGOLAHAN DAN PELAPORAN HASIL BELAJAR


              Download Modul Materi Penyegaran Instruktur Kurikulum 2013 SMP PJOK Tahun 2018 - Kemdikbud

              Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Modul Materi Penyegaran Instruktur Kurikulum 2013 SMP PJOK Tahun 2018 - Kemdikbud ini silahkan lihat pada file preview dan download file pada link di bawah ini:

              Modul Materi Penyegaran Instruktur Kurikulum 2013 SMP PJOK Tahun 2018 - Kemdikbud



              Download File:
              Modul Materi Penyegaran Instruktur Kurikulum 2013 SMP PJOK Tahun 2018 - Kemdikbud.pdf

              Perangkat Pembelajaran TK Kelompok A (RPPH RPPM PROTA PROSEM dan Penilaian Harian) Kurikulum 2013

              Kontributor : On 07.00.00

              Berkas Perangkat Pembelajaran TK Kelompok A Usia 4-5 Tahun (RPPH RPPM PROTA PROSEM dan Penilaian Harian) Kurikulum 2013. Download file format .docx Microsoft Word.

              Perangkat Pembelajaran TK Kelompok A (RPPH RPPM PROTA PROSEM dan Penilaian Harian) Kurikulum 2013
              Perangkat Pembelajaran TK Kelompok A (RPPH RPPM PROTA PROSEM dan Penilaian Harian) Kurikulum 2013

              Download Perangkat Pembelajaran TK Kelompok A (RPPH RPPM PROTA PROSEM dan Penilaian Harian) Kurikulum 2013

              Dalam penyusunannya Perangkat Pembelajaran TK Kurikulum 2013 saat ini masih harus berpedoman pada Permendikbud Nomor 146 Tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini.

              Dalam Permendikbud Nomor 146 Tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini ini diatur antara lain:
              1. Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum PAUD
              2. Pedoman Deteksi Dini dan Tumbuh Kembang Anak
              3. Pedoman Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan PAUD
              4. Pedoman Pembelajaran
              5. Pedoman Penilaian

              Lihat/unduh:
              Permendikbud Nomor 146 Tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini (dan Lampirannya).pdf

              Perangkat Pembelajaran TK Kelompok A (RPPH RPPM PROTA PROSEM dan Penilaian Harian) Kurikulum 2013 diharapkan bisa menambah referensi bagi anda yang sedang mencari informasi atau berkas seputar RPPH TK Kurikulum 2013, RPPM TK Kurikulum 2013, PROTA TK Kurikulum 2013, PROSEM TK Kurikulum 2013 dan lain-lain.

                Download Perangkat Pembelajaran TK Kelompok A (RPPH RPPM PROTA PROSEM dan Penilaian Harian) Kurikulum 2013

                Silahkan lihat pada file preview salah satu berkas RPPH dan download file selengkapnya pada link di bawah ini:

                Contoh RPPH Perangkat Pembelajaran TK Kelompok AKurikulum 2013



                Download File:
                Perangkat Pembelajaran TK Kelompok A (RPPH RPPM PROTA PROSEM dan Penilaian Harian) Kurikulum 2013 

                Contoh Program Kerja Ekstrakurikuler Kesenian (Seni Budaya) SMP

                Kontributor : On 06.48.00

                Berkas Contoh Program Kerja Ekstrakurikuler Kesenian (Seni Budaya) SMP.

                Contoh Program Kerja Ekstrakurikuler Kesenian (Seni Budaya) SMP
                Contoh Program Kerja Ekstrakurikuler Kesenian (Seni Budaya) SMP

                Download Contoh Program Kerja Ekstrakurikuler Kesenian (Seni Budaya) SMP

                Kutipan teks dari isi Contoh Program Kerja Ekstrakurikuler Kesenian (Seni Budaya) SMP:

                Program ekstra kurikuler kesenian ini dibuat sebagai acuan bagi kami selaku pembina dan pelatih kegiatan ekstra kurikuler kesenian selama satu tahun. Program kerja ini memuat tujuan dan manfaat, materi,dan jadwal kegiatan ekstrakurikuler kesenian.

                Latar Belakang
                Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban manusia.

                Sehubungan dengan hal tersebut diatas yang tersurat pula dalam Struktur Kurikulum mata pelajaran Seni Budaya yakni penanaman nilai edukasi dan estetika yang berakar pada tradisi seni budaya.

                Salah satu tujuan Pendidikan Seni Budaya adalah menggali kemampuan, bakat, dan minat siswa dalam berolah seni dan rasa, baik rasa musikal, peran, gerak maupun rupa.Karena tidak seimbangnya kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa dengan alokasi waktu yang tersedia, maka diperlukan waktu ekstra di luar jam pelajaran sebagai sarana pengembangan diri dari kemampuan yang harus dimiliki dalam Intra Kurikuler.

                Dasar Hukum
                1. Program Kerja Sekolah
                2. Program Kerja OSIS
                Tujuan Kegiatan
                1. Memperhalus rasa yang ada pada siswa agar mampu mengapresiasi dan mengekspresikan nilai-nilai seni yang ada pada dirinya.
                2. Sebagai pengembangan kegiatan Intra Kurikuler Seni Musik.
                3. Mengenalkan dan menanamkan rasa cinta siswa terhadap seni musik yang ada di Indonesia terutama seni tradisional Jawa Barat.
                4. Sebagai sarana dan wadah untuk menggali ekspresi, potensi bakat dan minat siswa dalam berolah seni.
                Sasaran Kegiatan
                Sasaran utama dari kegiatan ektra kurikuler seni musik ini adalah peserta didik SMP kelas VII, VIII dan IX yang berminat untuk mengembangkan potensi seni yang dimilikinya untuk lebih berkembang dan berdaya saing.

                  Download Contoh Program Kerja Ekstrakurikuler Kesenian (Seni Budaya) SMP

                  Silahkan lihat file preview atau unduh pada link di bawah ini:

                  Contoh Program Kerja Ekstrakurikuler Kesenian (Seni Budaya) SMP



                  Download File:
                  Contoh Program Kerja Ekstrakurikuler Kesenian (Seni Budaya) SMP.docx